Home » » Belajar Dasar Statistika

Belajar Dasar Statistika

Definisi Statistika

    A.      Menurut Oxford
Menurut Oxford : Statistika  adalah praktek atau ilmu mengumpulkan dan menganalisis numerik data yang dalam jumlah besar, terutama untuk tujuan menyimpulkan proporsi dalam seluruh dari mereka dalam perwakilan sampel.

    B.      Menurut Enxylopedia Britania
Statistika adalah ilmu mengumpulkan, menganalisis, menyajikan, dan menafsirkan data.

   C.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Statistika adalah pengetahuan yg berhubungan dengan pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan/angka.

   D.      Menurut diri sendiri
Statistika adalah ilmu untuk mengelola data sehingga data yang telah dikelolah dapat digunakan untuk menentukan tidaakan untuk jangka waktu yang panjang.

Sejarah Perkembangan

Satistika diawali sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (data). Pada abad 17 statistika deskriptif mulai berkernbang, begitu juga ilmu peltrang yang awalnya dilahirkan dari meja judi stidah mtilai rnuncul . Ilnlzi peluang ini rnelandasi berkembangnya statistika induktifyang terjadi pada perttlkaran abad 19 darr 20 dengan Karl Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A. Fisher menlperkennlkan metode Maxinllim Likelihood pada tahun 1922. Derzgan adanyn perke~rrbailgan teknologi kolirpliter, nretode eksplorasi data dun bootstrap mulai berkembang pada tahzln 1970. Metode ini sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer detlga~z data driven. Seiring dengan perkembangan statistika rnduktif; statistika mulai diterapkan pada berbagai bidang seperti ekonon~i, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dun lain-lain.Di bidang ekonorni apliknsi statistika pada ekonometrika, sedangkan di bidang industri aplikasi yang sangat terkenal adalah metode Qualihj Control dun metode Six- Sigma.Pada abad 21 diperkirakan metode data n~ining akan banyak digunakan dalam bidang terapan. Perkembangan ini akan berpengartih terhadap model pendidikan dun pengajaran statistika dewasa ini.Di Indonesia penggunaan statistika dipelopori dengan dibukanya program pendidikan statistika di bazoah naungan ]urusarl Statistika IPB (S1 sejak tahun 1967 dun S2 sejak tahun 1975). Peran Jlinisan Statistika IPB bnik lewat nlata k~ilinh pelayanan pada jurusan lain di lingkungan IPB, maupun para lulusanrzya yang sudalz tersebar di bergai bidang pekey'aan memberikan dampak positif bagi penggunaan statistika sebagai alat bantti aizalisis.Sekarang selain IPB ada PTN dan PTS yang telah membuka junisan statistika.

Materi Materi Yang Termasuk Kedalam Statistika

A. DATA KUANTITATIF DAN DATA KUALITATIF

·   DATA KUANTITATIF
Banyak data yang berbentuk angka atau bilangan, misalnya luas tanah, jumlah penduduk dan sebagainya. Untuk jenis data ini dapat dilakukan perhitungan-perhitungan atau operasi matematika, seperti penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan sebagainya. Data kuantitatif nilainya bisa berubah-ubah sehingga disebut variabel.

·   DATA KUALITATIF
Data kualitatif adalah data yang bukan berbentuk angka atau bilangan, misalnya kepuasan pelanggan (sangat puas, puas, kurang puas dan sebagainya), sehingga kita tidak dapat melakukan operasi matematika terhadapnya. Jenis data ini disebut atribut.

B. DATA INTERNAL DAN DATA EKSTERNAL

• DATA INTERNAL
Data yang berasal dari dalam organisasi atau perusahaan sendiri. Data jenis ini biasanya berkaitan langsung dengan organisasi sendiri, misalnya data keuangan (neraca, laporan laba-rugi dan sebagainya), data kepegawaian, data produksi dan lain-lain.

• DATA EKSTERNAL
Data yang berasal bukan dari dalam organisasi perusahaan sendiri. Data ini sering tidak berkaitan langsung dengan organisasi sendiri, misalnya data tentang jumlah kendaraan di Jakarta, jumlah penduduk di suatu desa dan lain-lain.

C. DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER

• DATA PRIMER
Data yang dukumpulkan, diolah serta diterbitkan sendiri oleh organisasi yang menggunakannya. Contoh jenis data ini adalah data kependudukan yang dibuat oleh Biro Pusat Statistik, data tentang pertanian yang dibuat oleh Departemen Pertanian dan sebagainya.

• DATA SEKUNDER
Data yang tidak dibuat atau diterbitkan oleh penggunanya, misalnya data tentang jumlah kendaraan dari Departemen Perhubungan merupakan data primer bagi Departemen tersebut karena dibuat dan diterbitkannya, tapi merupakan data sekunder bagi PT X sebagai pengguna, yang mendapatkannya dari sumber lain (misalnya media massa) yang mengutipnya. Jadi, orang bisa mendapatkan data sekunder dari harian, majalah, buletin dan media massa lainnya yang mengutip data dari sumber-sumber lain yang menerbitkannya (misalnya data dikutip dari departemen, Biro Pusat Statistik, Bank Indonesia dan lain-lain). Dengan demikian, data eksternal bisa berupa data primer, bisa juga berupa data sekunder.

D. DATA DISKRIT DAN DATA KONTINYU

Seperti telah dikatakan di muka, data kuantitatif disebut variabel, karena nilainya atau besarnya bisa berubah-ubah, data ini dapat mempunyai variabel diskrit sehingga disebut data diskrit, dapat juga mempunyai variabel kontinyu atau indiskrit dan disebut dengan data kontinyu.
Data diskrit adalah data yang sifatnya terputus-putus, nilainya bukan merupakan pecahan (angka utuh). Sedangkan data kontinyu adalah data yang sifatnya sinambung atau kontinyu, nilainya bisa berupa pecahan.

Perbedaan Statistika Dan Matematika

Perbedaan Statistika dan Matematika yang sebagian besar idenya diambil dari makalah “Complementing Mathematical Thingking and Statistical Thingking in School Mathematics” yang ditulis oleh Linda Gattuso dan Maria Gabriella Ottaviani.

A.  Statistika lebih menekankan kepada penalaran induktif sedangkan Matematika cenderung menggunakan penalaran deduktif.
B.  Matematika menyajikan abstraksi sedangkan Statistika memberikan wawasan dengan penginterpretasikan situasi nyata.
C.  Matematika melihat bilangan sebagai bagian dari operasi, generalisasi, dan abstraksi sedangkan statistika memandang bilangan yang dihubungkan dengan situasi nyata.

Penerapan  Statistika Di Kehidupan  Sehari Hari

Ilmu statistika sangat sering digunakan baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam bisnis, dalam industri serta keseluruhan bidang dalam perekonomian.Dalam kehidupan sehari-hari , kita sering menggunakan ilmu statistka untuk mengatur berapa jumlah pengeluaran kita yang disesuaikan dengan pendapatan yang kita peroleh , lalu memilih barang yang mana yang akan kita beli, dan lainnya, yang pada akhirnya membutuhkan keputusan terbaik yang akan kita ambil. Begitu pula dengan bidang yang lainnya, membantu memutuskan keputusan yang harus diambil secara tepat. Dalam era dimana teknologi informasi telah berkembang pesat, setiap perusahaan seharusnya dapat memanfaatkan data dan informasi, baik yang telah dimilikinya maupun yang dapat diperoleh diluar instansinya, untuk mengambil keputusan yang tepat dan obyektif. Kepekaan dan keakuratan pengambilan keputusan akan dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode dan teknologi yang tepat serta keahlian dan ketrampilan yang handal. Permasalahan bisnis yang berkembang demikian pesat harus diimbangi dengan penggunaan data statistik yang tepat diperlukan pimpinan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian diperlukan orang-orang yang mampu mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisis data.

Kesimpulan

Statistika  adalah praktek atau ilmu mengumpulkan dan menganalisis numerik data yang dalam jumlah besar, terutama untuk tujuan menyimpulkan proporsi dalam seluruh dari mereka dalam perwakilan sampel. Statistika berbeda dengan matematika karena statistika lebih mengarah kepada situasi nyata. Banyak hal yang dapat diterapkan dengan statistika dalam kehidupan sehari hari, jadi tidak akan rugi jika belajar statistika ^^


Sumber :


0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah untuk mendapatkan jawaban yang pasti !