Home » » Belajar Penalaran

Belajar Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir yang menghubungkan fakta-fakta dari hasil pengamatan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Ada dua metode dalam penalaran:

·          Metode induktif
Metode induktif adalah proses penalaran yang dilakukan dengan menalar hal-hal khusus guna mendapatkan kesimpulan yang umum. Contoh: berdasarkan pengalaman pengendara motor bisa mengetahui kerusakan pada motornya.
·         Metode deduktif
Metode deduktif adalah proses penalaran yang dilakukan dengan menalar hal-hal umum guna mendapatkan kesimpulan yang khusus. Contoh: HP adalah barang elektronik yang membutuh listrik untuk beroperasi.


Proposisi adalah pernyataan tentang beberapa hal yang saling berhubungan dan membentuk kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah.


Proposisi berdasarkan bentuk
·          Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu objek dan satu predikat dan hanya menyatakan satu pernyataan. Contoh: Semua mahluk hidup akan mati.
·         Proposisi majemuk adalah proposisi yang erdiri dari satu objek dan dua predikat. Contoh: Semua mahluk hidup pasti bernafas dan berkembang biak.
Proposisi berdasarkan sifat
·         Proposisi kondisional adalah proposisi yang membutuhkan syarat di dalam hubungan subjek dan predikatnya yang menunjukan pembenaran atau pengingkaran. Proposisi kondisional di bagi menjadi dua, yaitu proposisi kondisional hipotesis dan proposisi kondisional disjungtif. Proposisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang menunjuk pada pembenaran yang bersyarat. Contoh: Jika turun hujan, tanah akan becek. Proposisi kondisonal disjungtif adalah proposisi yang didasari pada pembenaran yang berupa pilihan. Contoh: Budi harus menolong mina atau nisa.
·         Proposisi kategorial adalah proposisi yang tidak membutuhkan syarat di dalam hubungan sebjek dan predikat yang menunjukan suatu yang mutlak atau tidak bisa digangu gugat. Contoh: Semua murid mempunyai NIP yang berbeda.
Proposisi berdasarkan kualitas
·         Proposisi positif adalah proposisi yang bernilai positif. Contoh: Kuning adalah warna dasar.
·          Proposisi negatif adalah proposisi yang bernilai negatif. Contoh: Kuning bukanlah warna dasar.
Proposisi berdasarkan kuantitas
·         Proposisi khusus adalah proposisi yang biasanya di awali dengan kata sebagian atau beberapa. Contoh: Sebagian jajanan di kantin mahal.
·         Proposisi universal adalah proposisi yang biasanya di awali dengan kata semua atau seluruh. Contoh: Semua pengendara wajib mempuya sirat ijin mengemudi.

Term adalah suatu kata atau kumpulan kata yang berfungsi sebagai subjek atau predikat dalam suatu kesimpulan atau dengan kata lain term adalah ekspresi verbal dari suatu kesimpulan. Contoh: Anjing itu tidur.

Kopula adalah kata penghubung antara subjek dengan komplimen dalam sebuah kalimat. Contoh: adalah, merupak, yaitu, dan yakni. Contoh kopula dalam kalimat: Barack obama adalah presiden amerika.

Premis adalah pernyataan-pernyataan dari hasil pengamatan yang berguna untuk pondasi dasar dalam menarik kesimpulan. Contoh:
1.    ayam adalah mahluk hidup.
2.    Semua mahluk hidup akan mati
Konklusi adalah hasil dari sebuah penalaran dari premis-premis atau dengan kata lain adalah kesimpulan. Contoh konklusi jika kita menggunakan premis diatas adalah: Singa akan mati.

Evidensi adalah semua fakta yang saling berhubungan satu sama lain untuk membuktikan suatu fakta lainnya. Evidensi juga sering di sebut bukti empiris. Evidensi berbentuk data atau informasi. Contohnya adalah data hasil penelitian yang berfungsi untuk membuktikan hasil dari penelitian tersebut.

Inferensi adalah sebuah proses untuk mengambil suatu kesimpulan berdasarkan ungkapan dan konteks si pembicara. Implikatur sangat berpengaruh dalam inferensi. Implikatur adalah makna tidak langsung. Inferensi di bagi menjadi dua:

·         Inferensi langsung
Inferensi yang kesimpulan di dapat hanya dari satu premis dan kesimpulan dari inferensi ini tidak boleh keluar dari premisnya. Contoh: Hari ini budi akan pergi membeli buku, tapi ternyata hujan turun. Inferensi dari kalimat tersebut adalah budi tidak bisa membeli buku.
·         Inferensi tidak langsung
Inferensi yang kesimpulannya di dapat dari dua premis. Proses inferensi ini membuat sebuah premis baru dari dua premis-premis lama. Contoh:
1.       Saya masuk ke kamar itu.
2.       Aromanya sangat harum.
Inferensinya adalah:
3.       Kamar itu memiliki pengharum ruangan.

Implikasi adalah suatu keterlibatan antara dua premis. Implikasi mempunyai wujud ‘jika...maka...’ impliaski memiliki alur satu arah, jadi ‘jika A maka B’ memiliki arti yang berbeda dengan ‘jika B maka A’. Contoh: Jika Saya punya uang saya akan membeli sebuah mobil baru.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah untuk mendapatkan jawaban yang pasti !